Sabtu, 26 September 2015

PENGISIAN EFAKTUR

Berdasarkan PER-16/PJ/2015 bahwa EFaktur dibuat menggunakan Aplikasi EFaktur yang mana dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya (user manual) yang merupakan satu kesatuan dengan aplikasi atau sistem elektronik tersebut, sehingga tata cara pengisiannya tunduk kepada user manual.

Dari paragraf di atas dapat disimpulkan asalkan user manual tersebut tidak melanggar aturan diatas-atasnya maka tata cara pengisian faktur pajak tersebut dijadikan patokan.

Terdapat perbedaan tata cara pengisian EFaktur dengan Faktur sebelumnya (PER-24/PJ/2012) sebagaimana contoh berikut ini. Saya akan mencoba menampilkan hanya versi EFaktur.
1. Uang Muka/Termin/Angsuran

Terdapat perbedaan yaitu munculnya Harga Jual meskipun hanya menerima Uang Muka/Termin/Angsuran.
Bagaimana penginputannya di Form Aplikasi EFaktur?
Isikan Harga Jual seperti EFaktur biasanya

Centang Kotak Uang Muka, isikan DPP Uang Muka dan PPN Uang Muka

Klik/Enter tombol "Yes" pada Kotak Pesan


2. Pelunasan
Dalam hal sebelumnya terdapat EFaktur atas Pembayaran Uang Muka/Termin/Angsuran maka ketika menerima pembayaran pelunasan ataupun pengakuan penyerahan, dibuatkan EFaktur Pelunasan. Sebenarnya tidak ada perbedaan dengan Faktur versi sebelumnya. Saya hanya mencoba menampilkan pengisiannya.
 
Contreng Kotak Pelunasan, isikan DPP Pelunasan dan PPN Pelunasan

Untuk baris Dikurangi Uang Muka otomatis terisikan oleh Aplikasi


3. DPP Nilai Lain

Pilih Detail Transaksi "4 - DPP Nilai Lain"

Ubah manual Nilai DPP. Tulisan "default" dapat diklik kembali sehingga nilainya akan otomatis kembali seperti semula. Perlu diperhtikan disini yaitu hati-hati dalam merubah field nilai Harga karena jika muncul tulisan "default" artinya kalkulasi akan menjadi manual sehingga bisa saja terjadi kesalahan.



Contoh EFaktur di atas belum diapproval, sehingga belum terdapat QR Code. Tampilan Nama Penandatangan masih atas nama Perusahaan karena EFaktur tersebut belum ditandatangani secara elektronik, yaitu belum diapproval. Jika sudah diapproval oleh penandatangan EFaktur dan mendapatkan pengesahan dari Server Kantor Pajak maka akan muncul nama siapa penandatangan EFaktur.

Pengisian Potongan Harga/Discount mengikuti Invoice/Faktur Penjualan/Kontrak. Dalam hal terdapat Term Potongan Harga seperti 2/10,N/30, selama Potongan Harga tersebut belum terealisasi maka kita tidak perlu menginput Jumlah Potongan Harga tersebut. Jika kita perhatikan, Term Potongan Harga tersebut juga belum dikonversi ke Nilai Uang di Invoice/Faktur Penjualan.

Dalam contoh di atas EFaktur Uang Muka/Termin/Angsuran harus tetap mencantumkan Harga Jual karena berdasarkan UU PPN hal tersebut wajib tercantum agar EFaktur tidak dianggap Faktur Pajak tidak lengkap.

-||-

4 komentar:

  1. Maaf mas..saya mau tanya
    kalau mau pengisian E faktur pajak dengan PPn jasa lainnya (JPT) yaitu PPN = 1%..gimana y mas..??
    Contoh :
    Harga Jual : 313.996.500
    Uang muka DP 50% : 156.998.250
    DPP : 15.699.825
    PPN : 1.569.982

    CARA REKAM NYA GIMANA YA MAS...????
    TOLONGIN DONK PLEASE...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk contoh tersebut, aplikasi efaktur memang bermasalah.
      Harga Jual 313.996.500
      Uang Muka 15.699.825
      DPP 15.699.825
      PPN 1.569.982

      Sayapun pernah email ke team efaktur namun belum diperbaiki. Sehingga sementara ikuti aja efaktur, mau salah atau benar, jadi bukan salah di WP.
      Salam

      Hapus
  2. BAGAIMANA CARA MENGISI POTONGAN HARGA PADA E FAKTUR ??
    TRIMS.

    BalasHapus
  3. BAGAIMANA CARA MENGISI POTONGAN HARGA PADA E FAKTUR ??
    TRIMS.

    BalasHapus