Selasa, 03 November 2015

PENGISIAN KOMPENSASI PPN 1111

Posisi SPT PPN Anda Lebih Bayar? Anda wajib mencontreng II H. Anda bingung cara pencontrengannya? Saya sendiri kadang bingung untuk mengkompensasikannya, mana yang dicontreng?

Berikut adalah gambar yang saya coba buat mengenai alur pencontrengan dan penempatan kompensasi atas Lebih Bayar. 
Alur Pencontrengan Lebih Bayar SPT PPN 1111

Pencontrengan Lebih Bayar CheckBox type Cross dikompensasikan ini (II H) wajib dipilih. Bila tidak dipilih, maka saat pelaporan file *.csv-nya tanpa pencontrengan ini, pasti akan ditolak.

Dalam hal Posisi SPT PPN Anda Kurang Bayar, Anda tidak mencontreng bagian II H ini (PPN lebih bayar pada: ), tetapi cukup dibayarkan dan diisikan SSP-nya. Tidak ada Lebih Bayar yang dapat dikompensasikan.

POINT 1
Berdasarkan petunjuk pengisiannya, yang terbaru saat ini adalah PER-29/PJ/2015, serta petunjuk pengisian sebelum-sebelumnya bahwa terdapat 2 bagian yaitu bagian SPT Normal / Pembetulan 0 dan bagian SPT Pembetulan 1, dst.

INDUK 1111
Untuk Kompensasi Lebih Bayar SPT Normal (Pembetulan 0/Nol), yang diisikan di Induk 1111 adalah:
-         II H 1.1 Butir II D (Diisi dalam hal SPT bukan Pembetulan)
-         II H 3.1 Dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya

Untuk Kompensasi Lebih Bayar SPT Pembetulan 1/Satu dan seterusnya, yang diisikan di Induk 1111 adalah:
-         II H 1.2 Butir II D atau Butir II F (Diisi dalam hal SPT Pembetulan). Pilih salah satunya.
-         II H 3.1 Dikompensasikan ke Masa Pajak ___ - _____ (mm – yyyy)

Dari sini dapat dilihat (Gambar 1 di atas) bahwa sebelah Kiri kita pada SPT Induk adalah Normal, dan sebelah Kanan kita adalah Pembetulan.

Gambar dibawah ini adalah petunjuk pengisiannya.

POINT 2
LAMPIRAN 1111 AB
Setelah  SPT Masa PPN tersebut selesai dicontreng dan dilaporkan, maka pada SPT Masa PPN masa berikutnya pada Lampiran 1111 AB, harus diisikan kompensasi tersebut sesuai dengan kolom yang tersedia. Terdapat 2 kolom sehubungan dengan Kompensasi tersebut, yaitu:
-         III B 1 Kompensasi Kelebihan PPN Masa Pajak sebelumnya atau
-         III B 2 Kompensasi Kelebihan PPN karena Pembetulan SPT PPN Masa Pajak ___ - _____ (mm – yyyy). Kolom ini hanya dapat diisikan satu masa Pajak.

Gambar dibawah ini adalah petunjuk pengisiannya.


Apakah demikian saja sampai disini, bahwa sudah hukumnya 1111 AB bagian III B 1 Kompensasi Kelebihan PPN Masa Pajak sebelumnya hanya diisikan dari contrengan Induk 1111 bagian II H 3.1 Dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya?

Jawabnya, “Tidak.

Kolom 1111 AB bagian III B 1 Kompensasi Kelebihan PPN Masa Pajak sebelumnya dapat diisikan dari contrengan Induk 1111 bagian II H 3.1 Dikompensasikan ke Masa Pajak ___ - _____ (mm – yyyy).

Contoh pengisian ini dapat dilihat pada petunjuk pengisian 2 Contoh Pengisian Pembetulan. Berikut dibawah ini:

Mengapa demikian bisa, padahal sudah pada tempatnya kolom-kolom tersebut?

Coba ilustrasi sedikit. Terdapat :
  1. SPT Masa PPN Januari 2015 Pembetulan 1 pada Induk 1111 II F, LB 1.000.000,- dikompensasikan ke Masa Pajak Oktober 2015.
  2. SPT Masa PPN September 2015 Pembetulan 1 dari Normal II D LB 500.000,- menjadi LB sebesar 300.000 Pembetulan 1. Dan 300.000 tersebut (1.2 II D Diisi dalam hal SPT Pembetulan dan 3.1 Dikompensasikan ke Masa Pajak 10-2015)
Maka SPT Masa PPN Oktober, pada lampiran 1111 AB, untuk :
-         Point 2 diisikan di bagian III B 1 Kompensasi Kelebihan PPN Masa Pajak sebelumnya ..........................300.000
-         Point 1 diisikan di III B 2 Kompensasi Kelebihan PPN karena Pembetulan SPT PPN Masa Pajak 01 - 2015 (mm – yyyy) .........1.000.000

Kesimpulan:
Induk 1111, Kiri adalah SPT Normal, Kanan adalah SPT Pembetulan.
Lampiran 1111 AB, Atas adalah II D 1111 Masa Sebelumnya, Bawah adalah II D 1111 atau II F lainnya.

Nb:


  1. Dalam hal Pembetulan seperti Point 2 (memilih Point II D), maka semua kompensasi di Induk 1111 bagian II H SPT Masa PPN September (SPT Normal hingga Pembetulan terakhir sebelum Pembetulan ini) tidak akan diakui.
  2. Dalam hal Pembetulan seperti Point 1 (memilih Point II F, baik LB maupun KB. Kalau KB, ya Bayar dahulu), maka semua kompensasi di Induk 1111 bagian II H SPT Masa PPN Januari (SPT Normal hingga Pembetulan terakhir sebelum Pembetulan ini) tetap diakui.
  3. Dalam hal Pembetulan kombinasi, maksud saya, pada SPT Masa Pajak yang sama, Pembetulan seperti Point 2 kemudian Pembetulan berikutnya seperti Point 1 , maka kompensasi sebelum Pembetulan Point 2 tidak akan diakui.
  4. Dalam hal Pembetulan, jika lampiran 1111 AB menerima Kompensasi dan Kompensasi tersebut diakui, Kompensasi di lampiran 1111 AB bagian III B tetap diisikan meskipun pembetulan ini adalah pembetulan kesekiankalinya. Ini sama halnya dengan nilai di lampiran lainnya, seperti lampiran A dan lampiran B, tetap tercantum dan diperhitungkan.
-||-

36 komentar:

  1. Sangat komplit masbro, terima kasih

    BalasHapus
  2. mas bro ,, Bulan maret 2016 saya ada lebih bayar ppn, karena ada perubahan spk , sedangkan di bulan maret sampai agustus 2016 saya sudah bayar dan lapor ke kantor pajak , untuk itu saya mesti bikin pembetulan di bulan maret dan di kompensasikan ke bulan berikutnya dan seterusnya , caranaya bagaimana yah .. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kasus SPT Normal adalah Kurang Bayar lalu akan melakukan pembetulan (Pajak Keluaran menjadi lebih kecil atau dibatalkan) sehingga terdapat Lebih Bayar yang dapat dikompensasikan. Apakah demikian?
      Pada eSPT Pembetulan PPN, pastikan nilai pada bagian II.D telah sesuai dengan Kurang Bayar yang seharusnya. Lalu bagian II.E diisi dengan Nilai Kurang Bayar eSPT Normal PPN (sesuai SSP yang telah dibayarkan).
      Maka terdapat selisih Lebih Bayar di bagian II.F (posisi nilai minus).
      Centang II.H.1.2 Butir II.F, lalu centang II.H.3.1 Dikompensasikan ke Masa Pajak 04-2016. Begitu juga pembetulan Masa Pajak Mei 2016, dikompensasikan ke Masa Pajak 05-2016, dst
      Kenapa ke Masa Pajak 04-2016? Saya asumsi dari Masa April hingga Agustus 2016 dilakukan pembetulan semua karena setiap masa tersebut ada perubahan FP.

      Hapus
    2. * koreksi "Begitu juga pembetulan Masa Pajak Mei 2016,.."
      menjadi..
      "Begitu juga Pembetulan Masa Pajak April 2016,.."

      Hapus
  3. untuk pembetulan sdh masuk ke spt induk cuma ..kita mau mencontren di formulir II.H... tempat mencontrengnya tidak mau hidup/tidak aktip ... bagaimana solusinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk eSPT PPN Pembetulan berurutan (II.D) Lebih Bayar, meskipun II.E diisikan 0 (Nol), II.F tetap harus terdapat nilai (II.D - II.E).
      Jadi pastikan II.F terdapat nilai minus/lebih bayar.

      Hapus
  4. Mas, mohon pencerahannya

    saya ingin membuat SPT pembetulan 2 untuk PPN Masa November 2016. Namun pada saat pembetulan butir II F (0) karena memang tidak merubah nilai, saya hanya memperbaiki kesalahan dalam penginputan tanggal PPN saja.

    Apakah perlu dicentang bagian kompensasi ke masa pajak.... ?

    Mengingat butir 2 F tersebut bernilai 0.

    Thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada yang perlu dicontreng karena tidak ada yang dapat dikompensasikan. Simpan dan dapat diprint untuk dilaporkan.
      Salam

      Hapus
  5. Mas, Mohon dibantu,

    Pada SPT masa 12 terjadi kurang bayar dan sudah dilaporkan, krena ada pajak masukan yg tertinggal saya akan melakukan pembetulan yang mengakibatkan spt masa 12 lebih bayar, bagaimana solusinya mas, apakah uang kurang bayar yang sudah kami setorkan sebelumnya dapat dikompensasi ke spt masa berikutnya bersama lebih bayar setelah pembetulan. dan bagaimana cara pengisian spt pembetulannya, adakah kolom2 yg harus diisi?

    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih Bayar PPN dapat dikompensasikan.
      Misal:
      12-2016 Normal II.D Rp4.000.000
      Ternyata terdapat PM yang tertinggal Rp5.000.000 (selain cara pembetulan, jika PM masih dapat dikreditkan di 3MTS sebaiknya dikreditkan di Masa Januari 2017 saja, sehingga tidak perlu pembetulan).
      Namun jika akan melakukan pembetulan juga bisa, caranya:
      Dilakukan Pembetulan sehingga II.D Pembetulan menjadi (Rp1.000.000)

      Pada Induk SPT PPN Pembetulan, II.E diisikan dengan Nilai II.D Normal Rp4.000.000. Sehingga II.F terdapat Minus/Lebih Bayar (Rp5.000.000).
      II.F (Rp5.000.000) inilah yang dikompensasikan.

      Centang H.1.2 Butir II.F, Centang H.3.1 Dikompensasikan ke Masa saat ini (01-2017).

      Pada SPT PPN Masa 01-2017, isikan nilai kompensasi II.F tersebut di 1111AB Bagian III.B.2 12-2016 Rp5.000.000.

      Hapus
  6. Mas,,mohon bantuanya,,

    Dibulan maret 2016 saya lupa ada lebih bayar PPN yg musti dikompensasikan ke masa pajak slanjutnya,,sedangkan saya sudah terlanjur lapor PPN dari buln april- desember...Apa harus melakukan pembetulan dari bulan april - desember 2016? dan apa tidak bisa kalo misalkan lebih bayar dibulan maret 2016 langsung dikompensasikan ke bulan Feb 2017 (beda tahun)?? mohon dijawab,,trimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapat dikompensasikan ke Masa Pajak Feb 2017 (beda tahun).
      Lakukan Pembetulan SPT PPN Masa April 2016, yaitu memasukkan nilai Kompensasi di 1111 AB pada Bagian III.B.1. Sehingga Induk 1111 II.F Masa April 2016 akan terjadi LB sebesar Kompensasi dari Masa Maret 2016 tersebut.

      Atas lebih bayar II.F Pembetulan Masa April 2016 tersebut, kompensasikan ke Masa Feb 2017 dengan cara klik/centang:
      - II.H.1.2 Butir II.F (Diisi Dalam Hal SPT Pembetulan) dan
      - Butir II.H.3.1 Dikompensasikan Ke Masa Pajak 02-2017.

      Hapus
  7. Dear Om Admin

    Saya mau menanyakan perihal pembetulan,
    Singkat saja sih, jadi begini

    Masa Januari s.d April 2016 pelaporan SPT Normal selalu kurang bayar rata2 4 jutaan,
    Kemudian saya akan melakukan pembetuluan 1, dan di setiap masa nya akan menjadi lebih bayar.

    Yang saya tanyakan, apakah boleh pembetulan 1 tersebut menjadi lebih bayar sementara di pelaporan normalnya selalu kurang bayar..?

    Terimakasih dan salam
    Aris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Pak Aris,
      Sangat boleh.
      Agar Pembetulannya lebih cepat, menurut saya LB Januari dikompensasikan ke Feb, kemudian Total LB Feb dikompensasi ke Maret, kemudian Total LB Maret dikompensasikan ke April, dan terakhir Total LB April dikompensasikan ke Feb 2017.
      LB Jan 2016 P ke-1 (1111 II.F) => ke 02-2016
      Total LB Feb 2016 P ke-1 (1111 II.F) => 03-2016
      Total LB Mar 2016 P ke-1 (1111 II.F) => 04-2016
      Total LB Apr 2016 P ke-1 (1111 II.F) => 02-2017
      Salam

      Hapus
    2. Dear Pak Om Admin :D

      Terimakasih banyak Pak untuk pencerahannya dan sangat2 membantu.
      Sebelumnya yang saya takutkan jika pembetulan 1 lebih bayar sementara pelaporan normalnya selalu kurang bayar, nanti akan dikenakan sangsi 100%.

      Jadi hal itu tidak akan terjadi ya Pak..?

      Salam,
      Aris

      Hapus
    3. Dear Pak Aris,
      Jika SPT PPN Pembetulannya sudah benar maka seharusnya tidak dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan 100%, Pak.

      Hapus
    4. Oke Pak terimakasih...

      Berarti benar tidaknya atas pembetulan 1 tersebut akan ketahuan jika dilakukan pemeriksaan kan ya..?
      Dan sangsi administrasi nya yang berupa kenaikan 100% itu dari temuan pada saat pemeriksaan itu bukan ya..?

      Salam,
      Aris

      Hapus
  8. begini saya ada lebih bayar pada masa 02 2017 sebesar 4.200.000. saya kompensasikan ke masa 03 2017. tapi tadi saya cek. kok saya harus bayar 16.716.000. itu kenapa tidak otomatis langsung dikurangi dengan lebih bayar dri masa kemarin ya. seharusnya kalau dikurangi, saya hanya membayar 12.516.000 saja mohon penjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah lebih bayarnya sudah di input dalam Formulir 1111AB ,dibagian III?????
      Kalau sudah di input dan di simpan sudah otomatis nilai yg harus dibayarnya akan keluar do formulir induknya

      sedikit dari pengalaman saya.

      Hapus
  9. Dear Admin Pajak,

    Sebelumnya saya ceritakan detailnya dulu ya,
    di bulan juni 2016 saya ada pembatalan faktur pajak,sehingga hrus melakukan pembetulan spt ppn. Setelah melakukan pembetulan terjadi lebih bayar,dan saya konpesasikan ke bulan feb 2017.Nah pertanyaan nya apakah saya hrus buat pemindahbukuan lagi ?

    Mohon dibantu min,
    Terimkasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah benar, tidak perlu buat pemindahbukuan.

      Hapus
  10. Selamat siang...
    saya mau tanya, sebelumnya kan saya membuat pembetulan ke-1 u/ masa 09/2016, & trnyata ada LB Rp. 500.000. Lalu saya kompensasikan di bulan 10, tapi ternyata pembetulan di bulan 10 KB Rp. 1.500.000. Bagaimana cara mengkompensasikan KB Rp. 1.500.000 ini kebulan selanjutnya? sedangkan di kolom Bagian II.H tidak bisa untuk mencontreng (tidak bisa melakukan edit). Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf jika salah mengerti maksudnya.
      SPT PPN 09/2016 dilakukan pembetulan ke-1, hasilnya LB Rp500.000,-. LB ini dikompensasikan ke Pembetulan ke-1 SPT PPN 10/2016, setelah diinput kompensasi tersebut hasilnya tetap KB Rp1.500.000,-. Apakah demikian?
      Jika demikian, tidak ada LB di masa Oktober melainkan Kurang Bayar.
      Jadi hanya dapat dibayarkan saja KB tersebut.
      Untuk posisi SPT Kurang Bayar, kolom Bagian II.H memang tidak dapat untuk dicontreng.

      Hapus
  11. Dear Pak Admin

    Selamat Siang
    Saya mohon pencerahan dari Bapak
    Jadi saya ada pembetulan atas SPT Masa Januari 2016.
    Masalahnya adalah sbb:

    Pada pelaporan normal saya "buat kurang bayar" sebesar Rp. 3.402.000
    Sengaja saya buat kurang bayar karena masih banyak data yang belum lengkap.

    Setelah dokumen dan data lengkap, saya lakukan pembatulan ke 1 dan SPT jadi Lebih Bayar sebesar Rp. 2.445.459.941
    Nah setelah saya lapor, ternyata masih ada PK yang belum terlapor, dan akhirnya saya upload PK tersebut PPN nya sebesar Rp. 366.107.000

    Kemudian saya lakukan posting untuk pembetulan ke 2 dan hasil postingnya sbb

    Bagian II huruf E secara otomatis muncul nilai sebesar (2.445.459.941) LB
    Bagian II huruf F jadinya kurang bayar sebesar 366.107.000

    Nah yang menjadi pertanyaan saya, agar tidak terjadi kurang bayar Rp. 366.107.00, apakah di Bagian II huruf E boleh saya rubah menjadi 3.402.000 sesuai pelaporan normal nya..?
    Karena jika saya rubah sesuai pelaporan normalnya, maka di bagian II huruf F akan menjadi lebih bayar 2.079.352.941 sesuai kondisi sebenarnya.

    Demikian permasalahan saya, mohon pencerahannya.


    Salam,
    Febri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seabagai tambahan, atas LB sebesar 2.445.459.941 dalam pembetulan ke 1, belum saya kompensasikan ke masa yang lain.

      Hapus
    2. Selamat Sore juga Pak.
      SPT Normal KB Rp3.402.000,-.

      SPT Pembetulan 1, saya anggap Lebih Bayar sebesar Rp2.445.459.941,- adalah pada II.F, yang mana :
      II.D -Rp2.442.057.941
      II.E Rpxxxx3.402.000
      II.F -Rp2.445.459.941

      Kemudian dilakukan Posting Pembetulan ke-2 menjadi:
      II.D -Rp2.075.950.941
      II.E -Rp2.442.057.941
      II.F Rp..366.107.000

      Agar SPT Pembetulan ke-2 tidak perlu bayar karena sebenarnya SPT masih Lebih Bayar adalah dengan mengisi II.E dengan 0 (Nol).

      Jika Pembetulan ke-2 seperti ini, bagaimana dengan SSP yang sudah dibayarkan di SPT Normal?

      Berdasarkan petunjuk pengisiannya, PER-29/PJ/2015, Lampiran Induk 1111, Butir II.B PPN disetor dimuka dalam Masa Pajak yang sama:
      ... Bagian ini juga digunakan untuk melaporkan pembayaran PPN yang lebih besar dari yang seharusnya pada Masa Pajak bersangkutan, yang pembayarannya telah dilakukan sebelum melaporkan SPT Masa PPN.

      Sehingga berdasarkan Tata Cara Pengisian tersebut dapat diisikan:
      II.A xxxx
      II.B Rpxxxx3.402.000
      II.C xxxx
      II.D -Rp2.079.352.941
      II.E -Rp0
      II.F -Rp2.079.352.941
      Contreng H.1.2 Butir II.D
      Contreng H.2.1 atau H.2.2
      Contreng dan isikan H.3.1 Dikompensasikan ke Masa Pajak ....-....

      Atau...

      Tidak mengisi II.B namun SSP tersebut lakukan Pemindahbukuan saja.

      Untuk informasi tambahan Pembetulan ke-1 belum dikompesasikan ke masa yang lain, maaf saya belum mengerti maksudnya, apakah juga belum dikompensasikan terus ke Masa Pajak berikut-berikutnya?
      Salam

      Hapus
    3. Dear Pak Admin

      Terimakasih banyak untuk penjelasannya yang amat sangat berharga.

      Maksud saya dalam PB ke-1, atas kelebihan PM itu blm saya kompensasikan ke masa pajak berikutnya ataupun masa pajak lainnya.

      Kemudian ada satu pertanyaan lagi Pak,
      Karena yang saya betulkan adalah masa pajak Januari s.d Maret tahun 2016,
      dan atas kelebihan PM tersebut hanya boleh dikompensasikan kedalam masa pajak kapan dilakukan pembetulan.

      Nah, permasalahannya adalah masing2 masa terjadi LB dan karena pembetulan saya lakukan di bulan Juni 2017,
      maka atas LB masa Januari s.d Maret tersebut hanya dapat saya kompensasi ke satu masa yaitu Juni 2017.

      Sementara nanti pada saat saya melakukan pelaporan masa Juni 2017, didalam Formulir 1111 AB Bagian III Huruf B.2 hanya dapat memilih satu masa pajak saja.

      Mohon solusinya lagi Pak,
      atau jika ada yang salah dengan pemahaman saya diatas agar dikoreksi.

      Salam,
      Febri

      Hapus
    4. Masa Pajak Jan-Maret 2016? Dan sekarang sudah 2017. Apakah artinya selama April 2016 hingga April 2017 juga belum diinput LB tersebut?

      Jika demikian, lakukan Pembetulan merembet/beruntun Jan-Mar 2016.
      Lebih Bayar Maret 2016 dikompensasikan ke Masa Pajak Mei 2017.

      Pembetulan merembet/beruntun disini maksudnya, LB pada SPT Pembetulan Jan 2016 II.D dikompensasikan ke Masa Pajak 02-2016. Kemudian, LB pada SPT Pembetulan Feb 2016 II.D dikompensasikan ke Masa Pajak 03-2016. Kemudian, LB pada SPT Pembetulan Mar 2016 II.D dikompensasikan ke Masa Pajak 05-2017.

      Di atas adalah pengisian Induk. Sedangkan Lampiran AB, Masa Pajak Feb 2016 AB Bag.III.B.1 diisikan sebesar Nilai yang dikompensasikan dari Pembetulan Jan 2016 pada II.D (Nilai ini tergantung keputusan yang Anda ambil apakah Pembetulan Jan 2016 mengisikan Butir II.B PPN disetor dimuka ataukah melakukan Pemindahbukuan. TPT atau AR bisa berbeda pendapat.)

      Demikian seterusnya hingga AB Masa Pajak Mar 2016. Untuk Masa Pajak Mei 2017 Lampiran AB, yang diisikan adalah Bagian III.B2. Diisikan dengan 03-2016 sebesar Lebih Bayarnya.
      Salam

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  12. Dear admin

    Saya ingin melakukan pembetulan spt masa ppn Bulan 04 2017 karena ada kelebihan bayar dikarenakan ada pembatalan faktur pajak keluar, bagaimana cara di kompensasi ke Bulan berikut nya? Setelah saya centang di bagian II.H 1.2 , 2.1 dan 3.1 saat saya buka spt bulan 5 tidak ada pengurangan dari lebih bayarnya? Mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. SPT Normalnya Masa April 2017 semisal Kurang Bayar Rp10.000.000,-.
      II.D Rp10.000.000,-
      II.E Rp0
      II.F Rp0

      Dilakukan Pembetulan 1 karena ada pembatalan atas FP Keluaran PPN Rp800.000,-
      II.D Rp9.200.000,-
      II.E Rp10.000.000,-
      II.F (Rp800.000,-) => Lebih Bayar
      Contreng/Pilih II.H.1.2 Butir II.F
      Contreng/Pilih II.H.3.1 Dikompensasikan ke Masa Pajak 05-2017
      Salam

      Hapus
  13. Untuk admin

    Saya mau tanya saya baru mulai buat efaktur,ternyata bulan pertama ada lebih bayar
    Di kolom H saya ceklis 1.1 2.1 3.1
    Pengaruh dari saya ceklis 2.1 apa?
    Mohon pencerahannya
    Karna langganan saya sebagian besar non pkp

    BalasHapus
  14. Dear admin
    saya mau tanya, jika mau pembetulan dan pembetulan tersebut tidak merubah nilai(sama dengan SPT normal ... Apakah bagian IIE harus di isi juga atau Bagian IIF yang di isi sama dengan angka pada IID ?
    Mohon jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Bu Lita,
      Mudahnya, II.E diisikan saja sehingga II.F menjadi 0 (Nol).
      Artinya tidak ada Kurang Bayar, juga tidak ada Lebih Bayar sehingga tidak ada yang perlu dicontreng di bagian II.H.
      Salam

      Hapus
  15. Dear admin
    kenapa ya kok di formulir 1111 bagian II.H. itu semua gak bisa di centang?
    tolong solusinya!!??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya karena status SPT adalah Kurang Bayar. Kalau Kurang Bayar, apa yang mau dicentang? Kan tinggal dimasukkan NTPN.
      Kalau seandainya SPT Lebih Bayar kemudian Pembetulan mengakibatkan II.H tidak dapat dicentang, harus dilihat Posisi II.E/F nya dahulu. Apakah akibat Pembetulan adalah SPT Kurang Bayar atau SPT Lebih Bayar namun lebih kecil.

      Hapus